Ikhtiar Mendapat Husnul Khotimah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

IKHTIAR MENDAPAT HUSNUL KHOTIMAH

husnul khatimah

Yang BERAT bukanlah HIDUP di atas ISLAM dan SUNNAH, tetapi yang BERAT adalah MATI di atas ISLAM dan SUNNAH ( HUSNUL Khotimah ).

Kita dimatikan sebagaimana kebiasaan HIDUP sebelum MATI, maka untuk mendapatkan HUSNUL Khotimah (meninggal dunia dalam keadaan baik/beribadah kepada Allah) maka hal tersebut di bawah ini yang harus kita lakukan :

☑ Selalu mendahulukan berprasangka baik kepada Allah yang menciptakan dan mengatur kita atas takdir yang terjadi.

☑ Berdoa dan mohon pertolongan-Nya agar diberikan rezeki husnul khotimah.

☑ Menjaga sholat wajib 5 waktu sehari-semalam berjama’ah dan menunaikan amalan ibadah wajib lainnya dengan ikhlas dan benar.

☑ Menjaga makanan dan minuman dari hal yang syubhat (meragukan) dan haram.

☑ Menjaga hati, lisan, pandangan dan perbuatan kita dari berbuat dosa.

☑ Menjaga dzikir pagi dan petang sebagai benteng (penjagaan diri) sehari-semalam, mendapatkan mati syahid, mendapatkan perlindungan dari Allah dan terhindar dari berbuat zhalim kepada manusia serta senantiasa bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

☑ Berusaha melepaskan beban dari hutang dan dosa dengan manusia.

☑ Menggunakan sisa waktu untuk senantiasa berbuat kebaikan (ibadah) sepanjang masa yang dapat kita lakukan dengan perasaan TAKUT (khouf), HARAP (roja’) dan CINTA (mahabbah).

Tidak bangga dan ujub dengan amal sholeh yang dikerjakan. Tidak terperdaya dengan banyaknya pujian dan follower, karena seorang hamba Allah Ta’ala masuk ke dalam surga bukan karena amalannya tetapi dia mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

☑ Senantiasa mengingat kematian yang mendorong semangat beribadah kepada Allah dan zuhud terhadap dunia serta bersegera bertaubat kepada Allah jika jatuh pada kesalahan dan tidak menundanya.

☑ Melakukan amalan ibadah spesial yang disembunyikan dari pandangan manusia.

☑ Selalu introspeksi (koreksi) perbuatan yang kita lakukan di atas 👆🏻 dilaksanakan IKHLAS untuk mengharapkan RIDHO Allah atau bukan.

Dan apakah hal di atas dilakukan sesuai dengan petunjuk dan bimbingan Al-Qur’an dan Assunnah yang dipahami dan dicontohkan Rasul-Nya atau bukan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ۖ ارْجِعِيْۤ اِلٰى رَبِّكِ رَا ضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ فَا دْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِى ۙ وَا دْخُلِيْ جَنَّتِى

“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al-Fajr 89: Ayat 27-30)

☑ Jiwa yang tenang karena telah menyelesaikan amanah hidup di dunia, tidak meninggalkan beban dosa dan telah memenuhi hak Allah, hak Rasul-Nya dan hak para hamba-Nya, yaitu beribadah kepada Allah dengan ikhlas dan benar serta menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi sesuai dengan petunjuk-Nya dalam skala paling kecil yaitu diri sendiri dan keluarga.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Wallahu a’lam bishowab.

dikutip dari pesan whatsapp Ust. Zamzami Juned, Lc

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *