Gak Ada Percepatan Rezeki

Pelatihan Percepatan Rezeki

Seringkali banyak event-event seminar atau workshop yang menjanjikan metode adanya percepatan Rizki.

Padahal jika kita mau belajar lebih dalam dan menelaah syariat, maka akan banyak ditemui hal-hal bertolak belakang dengan cara berfikir serta berperilaku akan percepatan Rizki.

Membahas soal Rezeki, Semua sudah diatur dan sudah ditentukan Allah. Kita diwajibkan berikhtiar. Namun tetap ketentuan rezeki kita sudah ada yang mengatur. Jadi, tak perlu khawatir dan Ragu akan rezeki.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

Dalam hadits lainnya disebutkan,

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ اكْتُبْ. فَقَالَ مَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبِ الْقَدَرَ مَا كَانَ وَمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى الأَبَدِ

“Sesungguhnya awal yang Allah ciptakan (setelah ‘arsy, air dan angin) adalah qalam (pena), kemudian Allah berfirman, “Tulislah”. Pena berkata, “Apa yang harus aku tulis”. Allah berfirman, “Tulislah takdir berbagai kejadian dan yang terjadi selamanya.” (HR. Tirmidzi no. 2155)

Dan seharusnya sikap kita terhadap episode hidup ini adalah

lainsyakartum laaziidannakum walainkarfartum inna ‘adzaabii lasyadid” “jika kalian bersyukur pasti akan Aku tambah ni’mat-Ku padamu tetapi jika kalian kufur sesungguhnya adzab-Ku amat pedih”. (QS 14:7).

Begitulah firman Allah kepada hamba-Nya. Ini menunjukkan bahwa betapa Allah menyayangi hamba yang pandai mensyukuri nik’mat dan ancaman kepada hamba-Nya yang kufur akan nikmat-Nya.

Dijelaskan dalam ayat tersebut bahwa barang siapa hamba-Ku yang mensyukuri atas nikmat yang Aku berikan, tenanglah Aku akan tambahkan nikmat-Ku padamu. Di ayat tersebut juga Allah melanjutkan dengan ancaman-Nya : Bahwa barang siapa yang tidak syukur terhadap nikmat yang Aku berikan (baik itu berupa kenikmatan / berupa ujian) maka tunggulah sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih.

Ibnul Qayyim berkata,

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Jangan sampai kita menjadikan Allah sebagai pengqabul syahwat

Barakallahufikum
Abu Assakha Ananta

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *