HUT ke-74 Republik Indonesia, Deprov Sulut Gelar Paripurna Mendengarkan Pidato Presiden

ASPIRASInews.com- Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74, DPRD Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Paripurna dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.

Rapat Paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Sulut, Andrei Angouw didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut Stevanus Vreeke Runtu, Marthen Manopo, dan Wenny Lumentut.

1

Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs.Steven O.E Kandouw, Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Anggota DPRD Provinsi Sulut, Forkopimda, Kepala BIN, Kepala Perwakilan BPKP, Rektor Unsrat, Perwakilan BI, Pimpinan OJK, Kepala BNN, Kepala Bakamla, Pejabat Eselon II dan III, dan IV Jajaran Pemerintah Provinsi Sulut, serta Insan Pers.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw mengatakan HUT Kemerdekaan RI ke-74 menjadi energi untuk merawat persatuan dan kesatuan. Sebab kemerdekaan itu direbut oleh para pahlawan dengan mengorbankan jiwa dan raga.

2

“Oleh sebab itu marilah kita tanamkan nilai-nilai luhur Pancasila yang akan menjaga kemerdekaan dan meneruskan cita-cita bangsa. Mari kita tingkatkan kualitas SDM, dengan bekerja keras dan keahlian di bidang masing-masing sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang disegani. Baik dalam kepribadian maupun kebudayaan,” ujarnya.

Lebih lanjut Angouw mengatakan, Kemerdekaan harus diisi dengan menyebarkan nilai-nilai Pancasila, bertoleransi dan bergotong-royong antar sesama anak bangsa, berpikir positif agar supaya menghasilkan tindakan positif bagi kita dan bangsa Indonesia

3

“Tindakan-tindakan  yang positif akan menghasilkan kehidupan yang positif bagi kita dan bangsa Indonesia. Karena pikiran negatif hanya akan memberikan kehidupan yang negatif dan kalau sebagian besar masyarakat berpikir negatif maka kehidupan berbangsa akan negatif,” pungkas Angouw.

Sementara itu dalam pidatonya, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan semua pihak agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi.

4

“Arus komunikasi dan interaksi yang semakin mudah dan terbuka harus dimanfaatkan sekaligus diwaspadai. Demikian juga dengan kemudahan informasi dan interaksi yang membawa ancaman-ancaman. Terutama terhadap ideologi Pancasila, ancaman adab, sopan santun kita, ancaman terhadap tradisi seni budaya kita, ancaman terhadap warisan dan kearifan lokal bangsa kita, dalam bidang pertahanan keamanan. Kita harus tanggap dan siap menghadapi intoleransi, menghadapi radikalisme, menghadapi terorisme serta menghadapi ancaman kejahatan lainnya,” kata Jokowi.

Selain itu Jokowi juga menegaskan berkaitan dengan menghadapi persaingan ketat di era global, perlu disiapkan dengan sumber daya manusia yang unggul.

5

“Kita tidak perlu takut terhadap persaingan, karena kita hadapi persaingan dengan kreativitas dan inovasi serta kecepatan yang kita miliki, karena itu kita harus berubah,” tegasnya.

“Kita harus berani jadi pemain kelas dunia, itu harus. Kita harus memiliki reputasi yang diperhitungkan oleh dunia internasional. Itu yang harus kita siapkan. Sekali lagi kita harus semakin ekspansif, kita semua harus berbenah bersama saya yakin kita mampu melakukan lompatan-lompatan kemajuan secara signifikan,” kunci Jokowi.

(Desieree/Advetorial)

(Visited 11 times, 1 visits today)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply