Seekor Duyung dan 2 Ekor Penyu Hijau yang Terperangkap Kembali Dilepas BTNB

ASPIRASInews.com, Minsel – Satu ekor Duyung (Dugong dugon) dan 2 ekor penyu hijau yang terperangkap Sero/Jaring nelayan diperairan bagian selatan Taman Nasional Bunaken, akhirnya di kembali dilepas oleh di perairan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Rabu(06/06) siang.

Kegiatan pelepasliaran satwa tersebut, dilakukan oleh Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M. Si bersama Assisten II Kab. Minahasa Selatan, Decky Keintjem yang mewakili Ibu Bupati Minahasa Selatan, hadir pula Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Minahasa Selatan, Alexander Sonambela, Hukum Tua Wawontulap, Fadly Tapola, Kelompok Cahaya Tatapaan Mitra pengembangan ekowisata di zona tradisional, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan para warga setempat.

Menurut Ketua Kelompok Cahaya Tatapaan, Sem Sembur, duyung si sapi laut hingga saat ini keberadaannya masih misterius, salah satu satwa pemakan lamun (seagrass) ini sering kali keberadaannya sulit terdeteksi, akan tetapi hewan tersebut justru sering terperangkap jaring sero milik nelayan.

“Sudah 2 hari kami berusaha melepas satwa tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si dalam sambutan singkat diatas katinting menyampaikan, bahwa Duyung dalam bahasa latin (Dugong dugon) merupakan hewan yang dilindungi menurut PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Satwa Liar, demikian penyu ini, sehingga apabila masuk dalam perangkap jaring nelayan secepatnya untuk dilepaskan.

“Kita bersyukur dengan hadirnya para pihak dan masyarakat dalam pelepasliaran satwa duyung dan penyu ini sekaligus bertepatan dalam Hari Lingkungan Hidup yang jatuh tanggal 5 Juni kemarin,” tuturnya.

Prabandari juga menjelaskan, bagian selatan Taman Nasional Bunaken merupakan habitat utama bagi satwa duyung, dengan tutupan lamun yang tinggi yang terwakili oleh 8 spesies lamun seperti : Thalassia hemprichii, Enhalus accoroides, Cymodocea, Hallodule, mensuplai pakan alami satwa duyung.

“Jalur migrasinya antara lain, mulai dari Perairan Teluk Amurang selanjutnya pesisir Selatan Taman Nasional Bunaken untuk mencari makan dan bermain, kemudian menuju pesisir Teluk Manado, bahkan sampai diperairan kepulauan di bagian Utara Taman Nasional Bunaken sampai ke Likupang dan sebaliknya,” jelasnya.

Yang perlu diketahui, duyung terperangkap pada jaring sero milik warga nelayan Wawontulap, Abdullah Daeng Riboko, memiliki panjang 250 cm lingkaran badan 150 cm dan Penyu pertama panjang 1 mtr lebar 75 cm serta penyu kedua panjang 76 cm dan lebar 54 cm. (desieree)

(Visited 78 times, 1 visits today)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply